Kamis, 28 Juni 2012

RPP Senyawa Karbon dalam Kehidupan Sehari-hari


I.       Standar Kompetensi
Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul
II.    Kompetensi Dasar
Menjelaskan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari dalam bidang pangan, sandang, papan, perdagangan, seni, dan estetika
III. Indikator Pembelajaran
  1. Mendeskripsikan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam bidang pangan
  2. Mendeskripsikan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam bidang sandang dan papan.
3.      Mendeskripsikan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam bidang seni dan estetika.
IV. Tujuan Pembelajaran
Aspek Kognitif
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat:
  1. Menjelaskan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam bidang pangan
  2. Menjelaskan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam bidang sandang dan papan.
3.      Menjelaskan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam bidang seni dan estetika.
Aspek Afektif
Terampil;
1.      Bertanya
2.      Menjawab
3.      Mengeluarkan pendapat
V.    Materi Pembelajaran
Komposisi Kimia dalam Pangan
Senyawa kimia yang diperlukan oleh tubuh diantaranya karbohidrat, protein, lemak vitamin, mineral dan air. Karbohidrat merupkan senyawa makromolekul alam yang disebut polisakarida (mengikat banyak sekali gugus gugus sakarida). Sakarida atau tepatnya monosakarida merupakan molekul gula sederhana seperti glukosa, fruktosa atau maltosa. Glukosa dalam tubuh diuraikan sehingga menghasilkan energi yang digunakan tubuh untuk melakukan berbagai aktifitas. Protein merupakan senyawa makromolekul alam  yang terdiri atas 5000 sampai jutaan asam amino yang terikat. Protein merupakan bahan makanan yang penting atau utama yang berfungsi dalam pertumbuhan dan pembentukan sel. Lemak merupakan bahan pangan yang memiliki nilai kalori besar dan kelebihan lemak akan disimpan sebagai bahan cadangan makanan dalam jaringan adipose dibawah kulit. Vitamin merupakan senyawa kimia organik yang diperlukan dalam jumlah kecil tetapi harus ada dalam makanan. Vitamin berperan dalam metabolisme sel, melakukan pertumbuhan normal, dan memelihara kesehatan. Mineral berperan dalam mengatur keseimbangan asam basa, mengatur tekanan osmotik, membantu transportasi berbagai senyawa yang diperlukan tubuh dan dalam proses pertumbuhan. Serat makanan merupakan bagian dari sel tanaman yang kita makan tetapi tidak  dicerna oleh enzim. Berperan dalam menurunkan kadar kolesterol dan memudahkan buang air besar. Karena tinja menjadi lembek. Air berperan dalam mempertahan kan konsentrasi ion hidrogen, konsentrasi elektrolit, tekanan osmotik, suhu dan keseimbangan lain dalam tubuh.
Komposisi Kimia dalam sandang
Pakaian dibuat dari bahan serat. Serat pakaian dapat digolongkan kedalam setar alam (kapas dari tumbuhan, sutera, dan wol dari hewan), serat semisintesis (rayon), serat sintesis (polimisa dan poliester)
Komposisi Kimia dalam Papan
Kayu mengandung senyawa utama selulosa yang termasuk golongan polisakarida dengan monomer glukosa. Selulosa memiliki ikatan glukosa yang berbeda dibanding dengan amilum pada beras. Semen mengandung senyawa kimia diantaranya trikalsium silikat, dikalsium silikat, kalsiuma aluminat, dan tetra kalsium aluminoperat. Selain itu juga terdapat senyawa anorganik yaitu kalsium oksida, silikon dioksida, alumunium oksida, dan besi (III) oksida.
Cat terbagi menjadi cat tembok, kayu, dan cat besi. Bahan baku cat tembok terdiri atas, kalsium karbonat, titanium oksida, PVAC (Poli Vinil Acrylic), kaolin pigmen, pineoil, dan air. Bahan baku cat kayu atau besi hamper sama dengan cat tembok, bedanya ditambahkan lateks (getah karet) adapun pelarut yang digunakan adalah terpentin.
Kaca bahan bakunya terdiri atas pasir kaca atau kuarsa (pasir yang mengandung senyawa silicon dioksida), soda abu, feld spar, boraks dan senyawa lain. Pipa pralon merupakan senyawa polimer poli vinil klorida.
Komposisi Kimia dalam Perdagangan
Bahan logam yaitu besi, alumunium, dan tembaga.
Bahan polimer, yaitu plastik
Bahan kimia, yaitu asam sulfat, amoniak, dan asam klorida.
Komposisi Kimia dalam Estetika; Kertas, kain kanpas, cat, sabun dan detergen.
VI. Sumber/Alat Bantu
1)      Sumber            :
-          Michael Purba. 2007. Kimia untuk SMA kelas X. Erlangga. Jakarta
2)      Alat Bantu      : Lembar Kerja Siswa (LKS)
VII.          Metode/ Pendekatan
Metode            : Diskusi informasi, ceramah,  dan Tanya jawab
Pendekatan      : Contextual Teaching Learning (CTL)
VIII.       Langkah-langkah Pembelajaran
1.      Tatap muka
Kegiatan
Langkah-Langkah
Alokasi Waktu
Awal
1.      Salam, mencek kehadiran siswa, mengkondisikan agar siswa siap belajar.
2.      Menuliskan materi pokok dan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari (pada papan tulis atau media lainnya) tentang Senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Mencek prasyarat pengetahuan tentang senyawa hidrokarbon
4.      Motivasi : Pakaian yang kita pakai, makanan yang kita makan, rumah dan segala macam perabotan, senyawa kimia apakah yang terkandung di dalamnya?
10 menit











Inti
1.      Tahap Situasional
-          Penegasan kembali mengenai tujuan pembelajaran
-          Guru memberikan informasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari
-          Pembagian kelompok, siswa dikelompokkan menjadi lima kelompok heterogen masing – masing berjumlah 5-6 orang (sesuai dengan kelompok pada minggu lalu).
-          Pengkondisian siswa, instruksi pembelajaran dan pembagian lembar kerja.
2.      Tahap eksplorasi
-          Siswa mendiskusikan lembar kerja secara berkelompok mengenai sifat periodik unsur.
-          Kelompok 1 mendiskusikan mengenai komposisi kimia dalam pangan.
-          Kelompok 2 mendiskusikan mengenai komposisi kimia dalam sandang.
-          Kelompok 3 mendiskusikan mengenai komposisi kimia dalam papan.
-          Kelompok 4 mendiskusikan mengenai komposisi kimia dalam perdagangan.
-          Kelompok 5 mendiskusikan mengenai komposisi kimia dalam estetika.
3.      Tahap Elaborasi
-          Siswa  mendiskusikan tugas dari masing-masing kelompok.
4.      Tahap Mengemukakan
-          Perwakilan dari tiap kelompok tersebut kemudian mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dengan pengundian terlebih dahulu.
-          Kelompok yang terpilih yang akan maju.
65 menit





















Akhir
-          Siswa menanyakan hal-hal yang belum jelas
-          Guru menuliskan kesimpulan/hasil dari pembelajaran di papan tulis.
-          Siswa menuliskan hal-hal yang penting
-          Siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh guru.
15 menit



IX. Penilaian
1.        Prosedur penilaian
1.1                 Penilaian Kognitif
Jenis                : Tes Tulis
Bentuk                        : Uraian
1.2                 Penilaian Afektif
Bentuk                        : Lembar pengamatan sikap siswa
2.             Instrumen Penilaian
Penilaian Kognitif
1.      Tuliskan senyawa apakah yang diperlukan oleh tubuh!
Jawab : karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat, dan air.      (Skor 5)
2.      Serat pakaian apa sajakah yang mengandung selulosa?
Jawab : serat yang mengandung selulosa adalah serat kapas.                   (skor 5)
3.      Sebutkan bahan-bahan untuk membuat kaca?
Jawab : Kaca bahan bakunya terdiri atas pasir kaca atau kuarsa (pasir yang mengandung senyawa silicon dioksida), soda abu, feld spar, boraks dan senyawa lain.    (Skor 10)
4.      Apakah sama antara kain kanpas dengan kain katun?
Jawab : Tidak. Kain kanpas memiliki serat yang lebih kasar dibandingkan dengan kain katun. Kaain kanvas terbuat dari serat tumbuhan yang diperoleh dari batang pohon, tangkai, dan daun. Serat ini mengandung selulosa dengan kadar lebih rendah dan kadar lignin yang lebih besar.    (Skor 10)




Penilaian Afektif

No
Aspek afektif yang dinilai
Skor
1
2
3
4
5
1.
Kemampuan menanggapi permasalahan yang diajukan guru





2.
Kemampuan bertanya dan menyusun pertanyaan





3.
Kemampuan menjawab pertanyaan yang diajukan guru






Skor maksimal = 15
Keterangan:
10 – 15           = baik sekali (A)
5 – 10             = baik (B)
1 – 5               = jelek (C)

Bandung,   Oktober 2010
Guru pamong,                                                                         Praktikan,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentar anda membantu memperbaiki kualitas blog ini.
thanks